Festival Lestari #6: Merawat Arus

9–12 September 2026

Pontianak, Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Daftar Sekarang

Tentang Festival Lestari #6

Festival Lestari merupakan ruang kolaboratif yang mempertemukan pemerintah daerah, komunitas lokal, mitra pembangunan, pelaku usaha, media serta masyarakat luas untuk mendorong terwujudnya kabupaten yang lestari dan mandiri pada tahun 2030.

Festival Lestari menjadi platform untuk memperkuat pembangunan lestari di daerah melalui pengangkatan cerita, praktik baik, dan potensi unggulan daerah. Festival ini menjadi ruang bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membangun gotong royong dan mempercepat terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.

Mengapa Kalimantan Barat?

Kalimantan Barat merupakan salah satu bentang alam dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia. Kawasan ini menjadi bagian dari Heart of Borneo, wilayah yang menyimpan hutan hujan tropis, keanekaragaman hayati, sumber daya air, serta kekayaan budaya yang menjadi penopang kehidupan jutaan masyarakat.

Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu yang menjadi tuan rumah Festival Lestari #6 memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Ketiga kabupaten ini terhubung oleh Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia yang menjadi jalur kehidupan, perdagangan, dan budaya masyarakat Kalimantan Barat. Kawasan ini juga menjadi rumah bagi berbagai praktik pengelolaan hutan berbasis masyarakat, perhutanan sosial, pengembangan komoditas lestari, serta pengetahuan lokal yang diwariskan lintas generasi.

Merawat Arus di Festival Lestari #6

Merawat Arus dalam Festival Lestari #6 mengambil inspirasi langsung dari Sungai Kapuas yang menjadi aliran penghubung Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu secara geografis maupun ekonomis. Bagi masyarakat Dayak, kata "Arus!" memiliki makna yang melampaui sekadar seruan.

Dalam tradisi Dayak Kanayatn, Arus! diucapkan sebagai jawaban atas falsafah “Adil Ka' Talino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata” sebagai bentuk mengamini dan menyetujui segala nilai kebaikan yang menuntun kehidupan bersama: keadilan, keharmonisan antar manusia, serta penghormatan kepada Sang Pencipta.

Berangkat dari dua lapis makna tersebut, Merawat Arus mengajak semua pihak menjaga agar arus pengetahuan, arus kehidupan, arus kolaborasi, dan arus ekonomi berbasis alam terus mengalir.

Aliran Festival Lestari #6

PONTIANAK: PERTEMUAN ARUS EKONOMI LESTARI

Festival Lestari di Pontianak menjadi pertemuan arus ekonomi lestari di Kalimantan Barat dengan mengangkat DAS Kapuas sebagai fondasi transformasi ekonomi berbasis alam. Melalui tema "Merawat Arus, Menumbuhkan Kesejahteraan", festival ini mempertemukan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas adat, akademisi, dan mitra pembangunan untuk mendorong peralihan dari pola pembangunan yang bertumpu pada ekonomi ekstraktif menuju pembangunan yang menjaga bentang alam, memperkuat ekonomi masyarakat, membuka akses pasar, dan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pengelolaan alam sekaligus penerima manfaatnya.

SANGGAU: ARUS IMAJINASI DAN BUDAYA

Festival Lestari #6 di Kabupaten Sanggau hadir sebagai ruang temu antara inovasi kreatif, tradisi, dan kolaborasi multipihak berpadu untuk mewujudkan pembangunan lestari. Berakar pada kearifan lokal, tata guna lahan di Sanggau bukan sekedar upaya melindungi ekosistem penting seperti lahan gambut dan aliran Sungai Kapuas, melainkan arus untuk menghidupkan ekonomi lestari melalui pendekatan ekowisata. Momentum Festival ini menjadi ruang tukar cerita, berbagi pengalaman, dan kolaborasi bersama ragam pihak untuk bersama merawat untuk masa depan yang lestari di Kabupaten Sanggau.

SINTANG: ARUS INOVASI BASIS ALAM

Festival Lestari di Sintang menjadi momentum melihat kabupaten dengan kacamata inovasi dari berbagai sudut pandang, seperti tata guna lahan, kebijakan, riset dan pengembangan, kemitraan multipihak hingga pengelolaan nilai tambah dari hutan atau ekosistem penting di sekitarnya. Transformasi ekonomi ini dibangun dengan memahami ‘ambang batas’ wilayah untuk pengembangan ekonomi baik yang bersifat komoditas monokultur dan pengembangan usaha berbasis masyarakat melalui produk basis alam. Dari hulu hingga hilir, berbagai inisiatif dikembangkan untuk menciptakan manfaat ekonomi yang selaras dengan pelestarian bentang alam.

KAPUAS HULU: ARUS KEHIDUPAN JANTUNG BORNEO

Sebagai bagian dari Heart of Borneo, Kapuas Hulu menjadi representasi hubungan yang tak terpisahkan antara hutan, sungai, dan masyarakat adat. Ibarat aliran sungai, Kapuas hulu menjadi pondasi sumberdaya alam yang harus dijaga. Namun, tekanan ekonomi yang semakin besar membuat Kapuas Hulu harus memastikan jaga hutan bukanlah mengorbankan kesejahteraan masyarakat, begitupun sebaliknya. Inisiatif ragam pihak untuk memastikan Jantung Borneo masih berdenyut menjadi cerita yang harus terus dibangun dalam mewujudkan ekonomi lestari.

Merawat Arus dimulai dari langkah untuk hadir, bertemu, dan berkolaborasi. Pilih agenda yang ingin Anda ikuti dan jadilah bagian dari Festival Lestari #6, ruang bertemunya pengetahuan, budaya, inovasi, dan ekonomi berbasis alam untuk masa depan Kalimantan Barat yang lestari.

Daftar Sekarang

Arsip Festival

Kenali Lebih Akrab

Program